Selamat Datang di SMP YMIK Jakarta

Sekolah Unggulan dan Favorit DKI Standar Nasional Akreditasi "A".

Sabtu, 24 September 2016

Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa [LDKS] OSIS SMP YMIK Jakarta 2016-2017


Kepemimpinan merupakan suatu kiat atau kewibawaan yan mampu menggerakan orang lain, baik secara perseorangan maupun kelompok di dalam suatu organisasi sehingga menimbulkan kemauan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuan organisasi.
Kepemimpinan meliputi berbagai dimensi, dan berfungsi sebagai salah satu piranti penggerak, motor atau motivator sumber daya yang ada dalam organisasi, sehingga peran kepemimpinan diharapkan mampu mendinamisasikan organisasi dalam mencapai tujuan.

Demikian pula halnya dengan kepengurusan OSIS yang berperan sebagai salah satu jalur pembinaan siswa harus mampu mewujudkan tugas pokok dan fungsinya, kemauan dan kemampuan para pelaku kepemimpinan OSIS hanya dapat berperan dengan sebaik-baiknya apabila secara teratur,terencana dan berkesinambungan dilaksanakan pembinaan dan pengembangan bagi para pelaku kepemimpinan tersebut.
“Latihan Dasar Kepemimpinan” bagi siswa pengurus OSIS, merupakan salah satu jalur pembinaan generasi muda yang difokuskan pada kompetensi individu dimana kader-kader penerus perjuangan bangsa bukan hanya slogan “Pemuda Harapan Bangsa”.

Kamis, 18 Agustus 2016

Bakti Sosial SMP YMIK : Wujudkan Rasa Kemanusiaan Terhadap Sesama



Bakti sosial atau lebih dikenal dengan baksos ini merupakan, suatu kegiatan wujud dari kepedulian atau rasa kemanusiaan terhadap sesama manusia. Dimana dengan adanya kegiatan ini kita dapat merekatkan rasa kekerabatan kita terhadap orang lain. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan manfaat dan tujuan-tujuan tertentu.
 Tujuan Bakti Sosial :
     1. Mempererat hubungan antara sesama manusia.  
    2.Memberikan motivasi tentang masyarakat tentang pentingnya kesadaran dalam meningkatkan wawasan.
    3.Mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan ketrampilan sebagai sarana aktualisasi diri  untuk membantu sesama.
 

Bagi mereka-mereka yang masih merasa peduli dan mampu untuk melakukan kegiatan tersebut. Karena tidak semua orang ingin dan mau untuk melakukan kegiatan bakti sosial dengan berbagai alasan apapun. Untuk menumbuhkan rasa itu terhadap seseorang tidaklah mudah, dibutuhkan suatu kemauan dasar dari diri sendiri dan adanya faktor pendukung dari lingkungan untuk menariknya agar dapat bergabung dalam kegiatan ini

Persami 2016 "Wujudkan Karakter Muda Mudi Yang Berprestasi Garda Terdepan Pelaku Perubahan"

 
PERSAMI 2016 PRAMUKA SMP YMIK JOGLO
  Foto selengkapnya di Facebook : SMP YMIK Jakarta Barat
Dalam Rangka Pembentukan Karakter Bangsa dan Pindah Golongan Siaga Ke Penggalang bagi siswa kelas VII dan VIII, Gerakan Pramuka Gugus Depan 08.037 – 08.038 SMP YMIK Jakarta Barat mengadakan Kegiatan Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) tanggal 13-14 Agustus kemarin.Kegiatan ini dilaksanakan pertama kali oleh Gugus Depan kami dihadiri oleh Ka Haris S,Ip. M.Pd diwakili oleh Ka Apit S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah yang juga merupakan Waka Mabigus di SMP YMIK Jakarta Barat. Pada Kesempatan tersebut, dilantik sebanyak 200 lebih Orang Pramuka Penggalang yang terdiri dari siswa kelas VII dan VIII.Dalam amanatnya pada saat menjadi Pembina Upacara, Ka Apit berpesan kepada anggota yang baru dilantik, agar benar-benarmemahami makna pramuka dan bisa menjalankan tri satya dan dasadharma pramuka dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi Pramuka yang lebih mandiri dan tidak manja.Kegiatan Persami ini juga hadir beberapa Guru Pembimbing/Bina Bantu, diantaranya : Ka Sukaningsih dari SMPN 142 Jakarta, Ka Murdahiyah, Ka Sity Masripah, Ka Masropi dari SMPN 271 Jakarta , Ka Sudarningsih dari SDN Joglo 04 Petang sekaligus Pembina Harian Putri. Selain Pelantikan, berbagai kegiatan lain juga dilaksanakan dalam kegiatan persami ini, seperti Sholat Berjamaah, Sarapan dan Olahraga, Api Unggun, Wide Game dan Bakti Sosial.Salah Seorang Pembina, Ka Ali Imron , menyatakan bahwa dengan diadakannya Kegiatan persami ini, diharapkan agar anggota Pramuka yang baru dapat lebih mendalami makna Pramuka serta dapat meningkatkan Kedisiplinan dan Kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. ( TEGUH FIRMAN SAPUTRA )

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ymiksmp/persami-perkemahan-sabtu-minggu-penggalang-smp-ymik-jakarta-barat_54f91a5ea33311ef048b4644

Momen 17 Agustus Peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke-71 "INDONESIA KERJA NYATA"

Momen 17 Agustus selalu diwarnai dengan perayaan dari seluruh daerah di Indonesia setiap tahun. Berbagai persiapan pun dilakukan menjelang 17 Agustus, mulai dari menghiasi lingkungan dengan berbagai atribut khas 17-an, memasang bendera dan umbul-umbul di depan rumah, hingga mempersiapkan berbagai lomba untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Yup, selain upacara bendera, perayaan 17 Agustus juga identik dengan berbagai lomba yang diadakan sebagai peramai.
Sumber Foto : Rojalih,S.Pd


Sabtu, 16 Juli 2016

Rapat Kerja SMP YMIK Tahun 2016-2017 "Mari Kita Wujudkan Sekolah Yang Berstandar"


Jakarta (Humas SMP YMIK) -  SMP Ymik Jakarta menggelar rapat kerja tahunan yang merupakan agenda tetap sekolah tiap akhir tahun ajaran. Rapat kerja ini dilakukan untuk menghasilkan RKAS dan pedoman sekolah dalam menjalankan programnya di tahun ajaran baru.

 Rapat kerja ini dilaksanakan pada hari Selasa,12 Juli 2016 yang bertempat di SMP Ymik Jakarta. rapat kerja ini dihadiri oleh dinas pendidikan,seluruh dewan guru dan staf tata usaha.

Rapat kerja dibuka oleh Kepala Sekolah kemudian dilanjutkan dengan kegiatan evaluasi pelaksanaan program kerja yang telah dilakukan di Tahun 2016. Acara selanjutnya dilaksanakan dengan membentuk komisi sesuai dengan pembagian program kerja.

Standar Nasional Pendidikan meliputi ; Standar isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan.
Secara terperinci, fungsi dan tujuan standar nasional pendidikan adalah sebagai berikut :
1. Sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.
2. Bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
3. Untuk disempurnakan secara terencana, terarah dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan local, nasional dan global.

 
Hasil yang telah disusun oleh setiap komisi tersebut selanjutnya dibahas secara pleno untuk dibahas dan disahkan sebagai  program kerja sekolah Tahun 2016 - 2017.






Rabu, 29 Juni 2016

Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2016-2017


SMP YMIK MENERIMA PENDAFTARAN MURID BARU TAHUN PELAJARAN 2016-2017
SEKOLAH UNGGULAN DAN FAVORIT TERAKREDITASI "A"




https://www.makinpintar.com/img/foto_konten/FK_53_1463920842.jpg

Klik gambar untuk memperbesar

Senin, 27 Juni 2016

Upacara Hardiknas 2016 "Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita"



Jakarta (Humas SMP YMIK) - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tanggal 2 Mei.Pada Tahun 2016 ini dilangsungkan selama satu bulan penuh yang diisi dengan berbagai agenda kegiatan.Sehingga bulan Mei disebut bulan Pendidikan dan Kebudayaan.Hal ini seperti yang disampaikan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Bpk. Anies Baswedan, Ph. D pada pidato Hari Pendidikan Nasional Tanggal 2 Mei 2016, yang mengambil tema “Nyalakan Pelita Terangkan Cita – Cita”.

Tema Hardiknas 2016,”Nyalakan Pelita Terangkan Cita – Cita”, diangkat dari sebuah harapan besar dan mulia, yang selama ini ada di pundak pendidikan bangsa. Karena kejayaan dan keberlangsungan bangsa ditopang oleh ketersediaan sumber daya manusia yang bermutu tinggi, tanggap, dan handal dalam menjawab berbagai tantangan perubahan zaman. Makna dari tema Hardiknas ini dapat dimaknai juga sebagai bentuk arahan kepada setiap generasi bangsa, agar mau dan mampu menangkap berbagai peluang dalam rangka peningkatan mutu mereka masing – masing sebagai individu yang terdidik dan tercerahkan.
 
Memasuki era masyarakat global, berbagai tantangan perlu disikapi dengan kritis dan kreatif oleh kita yang menjadi bagian di dalamnya. Terlebih tanggung jawab ini menuntut dunia pendidikan agar mempersiapkan para peserta didik demi mendapatkan berbagai keterampilan utuh yang diperlukan oleh anak – anak Indonesia di abad 21, yang mencakup ; kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi.
Kualitas karakter yang perlu dikembangkan saat ini adalah karakter moral dan karakter kinerja. Menagpa karakter ini menjadi hal yang perlu dikembangkan dalam dunia pendidikan ? Karena melalui pendidikan, maka wajah bangsa ini akan diukir. Dan saat ini, permasalahan – permasalahan yang timbul mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas sebenarnya mengakar pada masalah karakter individunya yang kurang kuat. Misalnya, terjadi berbagai kasus pelanggaran hukum yang dilakukan oleh masyarakat (pencurian, perjudian, pembunuhan,dst), atau maraknya kasus manipulasi data yang berujung pada tindak pidana korupsi oleh para pejabat, semata – mata bukan disebabkan karena adanya peluang untuk melakukan tindakan, tetapi lebih disebabkan karena lunturnya karakter itu sendiri. Saat ini, dengan adanya perkembangan yang sangat pesat di bidang teknologi, arus informasi menjadi semakin global dan cepat menyebar. Maraknya tayangan di berbagai media, yang akhirnya hanya menjadi sebuah tontonan tapi miskin tuntunan, sedikit banyaknya tentu mempengaruhi karakter moral secara individu maupun kolektif bangsa.
Kualitas kinerja menjadi sebuah tantangan tersendiri di era global ini. Karena persaingan yang dihadapi para generasi penerus bangsa, bukan lagi berskala lokal dan nasional, namun juga internasional. Selama ini banyak sektor vital di negeri ini yang didominasi oleh tenaga ahli dari luar negeri, apalagi sekarang pekerja kasar dari luar negeri pun menyeruak masuk ke Indonesia. Dapat dibayangkan, jika pada akhirnya generasi bangsa Indonesia semakin tenggelam dan kehilangan jati diri. Revolusi mental sangat diperlukan untuk merombak kebiasaan – kebiasaan lama yang kurang baik. Kerja keras, rasa ingin tahu, tekun, tangguh, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan adalah beberapa indikator dalam kualitas kinerja. Sehingga diharapkan benar – benar ada singkronisasi antara kualitas moral dan kualitas kinerja. Hal berikutnya, yang juga menjadi perlu dikembangkan dalam rangka memberikan keterampilan utuh pada anak – anak di abad 21 adalah pengembangan literasi, yang bukan hanya mencakup baca, tulis, dan hitung. Tetapi juga literasi teknologi, sains, financial, dan budaya. Khusus untuk dunia pendidikan, pengembangan literasi teknologi menjadi fokus utama. Para pendidik perlu membekali diri mereka terlebih dahulu dengan salah satu kompetensi profesional, yaitu mahir dalam menggunakan alat – alat teknologi untuk menunjang pembelajaran. Berbagai kegiatan pelatihan dan seminar pemanfaatan multi media dalam pembelajaran, perlu ditingkatkan lagi dan menyebar di semua jenjang sekolah, agar sejak dini, peserta didik mengenal dan memahami teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan mereka sehari – hari. Sehingga generasi abad 21 ini sudah bukan lagi generasi yang gagap teknologi (gaptek).

 
Dari segi kompetensi, menurut Mendikbud, kompetensi yang perlu dikembangkan adalah kemampuan kreativitas, berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi, serta kolaborasi. Semua kompetensi ini sangat dibutuhkan oleh anak – anak di abad 21 untuk menjawab berbagai permasalahan dalam kehidupan mereka. Kita saat ini tidak dapat lagi melihat ke belakang, apa yang sudah pernah terjadi dalam kehidupan kita. Tetapi kita masih bisa melihat jauh ke depan, di mana masa depan bangsa ini berada. Sehingga memang, kita perlu menyadari tugas dan tanggung jawab dalam memberikan berbagai keterampilan utuh pada anak – anak. Disadari atau tidak, saat ini anak – anak cenderung untuk mengharapkan segala sesuatu yang sifatnya instan. Mereka ingin hidup yang serba mudah dan cepat. Sehingga timbul berbagai kendala yang tumbuh dalam diri mereka sendiri. Ketajaman kreativitas bukan semata – mata hasil cetakan sekolah, tetapi berawal dari diri sendiri. Berpikir kritis, merupakan upaya filter yang diperlukan oleh dirinya sendiri sebagai seorang individu dalam menyaring semua informasi, bila tidak ada sikap kritis, maka dipastikan ia hanya akan menjadi seorang “pengikut”, dan bukannya menjadi seorang “pemimpin”. The Founding Father, para tokoh pemimpin kita terdahulu, telah mengukir sejarah bangsa yang hebat di mata dunia. Mengangkat Indonesia menjadi sebuah bangsa besar di kancah internasional. Dan tongkat estafet ittu kini ada di tangan para generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional, kita diajak untuk lebih menyadari peran kita masing – masing agar mau bergotong royong dalam mempersiapkan jalan menuju masa depan bangsa yang lebih baik. Memberikan bekal keterampilan utuh bagi anak – anak penerus bangsa, dan menjadi bagian dalam masyarakat yang juga terdidik dan tercerahkan. Selamat Hari Pendidikan Nasional.